Headlines

Wisata legenda Pantai Batu Uar di Jember

Posted by Instapedia | Jumat, 13 Maret 2015 | Posted in

Pernah berkunjung ke pantai Watu Ulo di Jember, Jawa Timur, nah kalau anda pernah kesana coba amati di sekitar pantai ada banyak batu-batu yang berserakan di seputar pantai itu. Ehhh ternyata, batu-batu di pantai Watu Ulo itu memiliki kisahnya sendiri seperti banyak objek wisata pantai di Indonesia. Kali in bukan kisah percintaan atau yang sejenisnya melainkan kisah pertarungan antara manusia dengan seekor ular besar.


Nah, ingin tahu kisahnya ini dia ceritanya, konon pada zaman dulu disana hidup sepasang suami istri yang bernama Aki dan Nini Sambi. Lantaran keduanya memang pasangan lantas dikarunia oleh seorang putra bernama Joko Samudera. Layaknya keluarga yang butuh makan sehari-hari, mereka pun berbagi tugas, ayah ibu tugasnya mencari kayu bakar di bukit-bukit sekitar pantai. Sedangkan anaknya yang bernama Joko Samudera mencari ikan di laut.



Nah, pada suatu hari Aki dan Nini Sambi yang sedang mencari kayu bakar di hutan mendengar suara tangis bayi. Mereka pun mencari sumber suara tersebut dan menemukan seorang bayi lelaki yang sendirian . Tak tega melihatnya, Nini Sambi langsung jatuh hati dan merawatnya.


Pasangan itu pun kemudian memberi nama bayi tersebut dengan nama Marsudo. Waktu berlalu kedua bocah lelaki ini tumbuh dewasa. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya mereka secara bergantian mencari ikan di laut. Kali ini gilirannya Marsudo untuk mencari ikan, nah disaat sedang asiknya memancing, eh dirinya kaget lantaran pancingnya bergoyang.


Segeralah dia mengangkat pancingannya itu dan betapa terkejutnya dia saat mata pancingnya diangkat,terrnyata yang dia pancing adalah ikan besar yang bisa bicara. Ikan yang bernama Raja Mina itu ingin Marsudo melepaskan dirinya dan sebagai ganti Marsudo akan dikabulkan setiap keinginannya.


Merasa kasihan Marsudo pun melepaskannya. Dengan penuh ucapan rasa terima kasih, Raja Mina langsung berenang dengan bebas. Namun apes bagi Marsudo, setibanya dirumah dia langsung dimarahi oleh kedua orang tuanya karena melepaskan ikan sangat besar.


Tak tega melihat saudaranya itu dimarahi seraya ingin menghilangkan kejengkelan sang ayah, Joko Samudera pun pergi memancing ikan di laut kuntuk menggantikan adiknya. Nah, bukannya mendapati ikan dalam pancingannya, eh dia malah memancing seekor ular besar. Ular ini mengamuk karena kait pancing Joko Samudera melukai tubuhnya.


Dalam duel sengit keduanya tak mau menyerah, melihat sang kakakberjibaku mati-matian melawan ular raksasa. Marsudo berinsiatif memanggil Raja Mina ikan yang dia selamatkan. Dia meminta janji Raja Mina untuk memenangkan kakaknya melawan sang ular raksasa. Mendengar permintaan Marsudo, Raja Mina pun memberinya sebatang cemeti. Ikan yang bisa berbicara itu berpesan kepada untuyk memukul dua kali, maka tubuhnya akan terbelah jadi tiga. Pisahkan ketiga bagian tubuhnya ke tiga tempat, hingga dia tidak bisa bersatu. Kalau bersatu dia akan hidup kembali. Dan ular itu pun bisa ditaklukkannya.


Begitulah legenda yang membuat pantai tersebut bernama Watu Ulo. Di pinggir pantai, memang ada gugusan batu yang jika dilihat-lihat mirip dengan anatomi tubuh seekor ular. Panjang dan berlekuk-lekuk serta model batuannya seperti sisik.

Pantai Pink di Pulau Komodo

Posted by Instapedia | | Posted in

Pulau Komodo di NTT ternyata tidak dikenal karena banyaknya komodo-komodo yang berkeliaran di sana saja. Pasalnya, coba anda tengok pantainya, ada sesuatu yang berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Indonesia. Yup, warnanya bukanlah berwarna putih, melainkan pink atau merah jambu!





Ajaib bukan, lantas bagaimana ceritanya pantai itu berwarna Pink? Pasir warna pink di pantai ini tidak ujug-ujug langsung berwarna pink, tetapi terbentuk secara alami lantaran berasal dari perpaduan antara serpihan karang, cangkang kerang, kalsium karbonat invertebrata laut kecil, juga porifera atau spons laut yang berwarna merah.


Selain keunikan pasirnya, Pantai Pink juga kaya akan ikan dan terumbu karang. Sekitar 1.000 jenis ikan, ratusan jenis karang, dan 70 jenis spons hidup di pantai ini. Bagi wisatawan yang ingin, harus berhati-hati dengan makhluk hidup di sekitar pantai tersebut.


Pantai pasir berasal dari pasir merah kecil tersebar di daerah pantai yang seperti pantai ini terkenal disebut dengan pantai merah muda atau Pantai Merah di mana masyarakat setempat menyebutkan hal itu. Pantai yang indah ini terletak di tanah yang kecil dengan bukit kering di belakang pantai itu. Hal ini memiliki karang yang indah dengan air laut yang jelas bahwa menjadikannya sebagai tempat yang ideal untuk snorkeling di taman ini.


Anda gemar foto-foto atau fotografi, diving, snorkeling, atau sekedar bersantai-santai sambil bermain pasir disinilah tempat yang cocok. Khusus Anda yang ingin menyelam atau snorkeling sebaiknya selalu waspada karena arus laut Pantai Pink cukup kuat. Arus ini terjadi akibat pertemuan air laut tropis dari utara, dengan air laut dari selatan


Nah, setiap pengunjung yang datang ke pantai ini, akan ditemani oleh seorang petugas perlindungan Taman Nasional Komodo, ya untuk sekedar menjaga keselamatan anda karena komodo menjadi penghuni tetap pulau ini, senang berjemur di kawasan pantai. Patut pula diperhatikan jika anda ingin bermain air laut disana, lihatlah kanan kiri lebih dahulu salah-salah ada komodo lapar melintas, nyawa anda bisa jadi taruhannya.


Berbicara soal pantai unik, di Indonesia sendiri selain ada pantai yang berwarna pink juga ada Pantai Berpasir Hitam yang bisa dijumpai di beberapa objek wisata pantai. Dan untuk pantai yang berwarna pink ini tidak hanya dapat ditemui di Indonesia saja, melainkan juga ada di Pulau Harbour Bahamas, Pantai di kepulauan Bermuda, Balos Lagoon, Crete Yunani, Bonaire, Karibia Budelli Island, Sardinia Italia, dan Santa Cruz Island di Filipina

Destinasi Wisata, 9 Provinsi Prospektif

Posted by Instapedia | | Posted in

TIAP provinsi di Indonesia punya kekayaan budaya hingga layak dijadikan destinasi wisata. Sembilan provinsi menanti untuk kekayaan wisatanya dieksplor lebih dalam.

Sebagai negara yang dilintasi garis khatulistiwa, Indonesia memiliki beragam kebudayaan, ras, agama, dan keindahan alam. Tak seperti belahan dunia lain, keterlambatan pembangunan fisik di Indonesia membuat berbagai keaslian obyek wisata lebih bertahan, bersama varian pola sosiologis dan kultural yang ada di setiap pelosok Tanah Air.

Dari beberapa potensi pariwisata tersebut, Kemenbudpar mampu meraih devisa sebesar USD7 juta tahun 2010 untuk Indonesia.

“Dengan pencapaian tersebut, kami sangat bersyukur, karena selama sekian tahun kami hanya bisa mendapatkan USD 5 juta,” jelas Jero Wacik, Menteri Budaya dan Pariwisata saat membuka Rakornas Kemenbudpar 2010 di Balairung Gedung Sapta Pesona, Jakarta, belum lama.

Jero menambahkan, pencapaian tersebut diharapkan meningkat hingga pada 2014 bisa mencapai USD10 juta, dan pada 2024 bisa mencapai USD20 juta.

“Guna meningkatkan pendapatan dari pariwisata tahun depan, kami akan banyak mengadakan event-event budaya dan pariwisata. Agar para wisatawan mancanegara mau datang ke Indonesia,” tambahnya.

Dipaparkan Jero, beberapa daerah yang berpotensi tujuan wisata dan akan dibidik tahun depan, di antaranya Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Batam, Papua, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

Lebih lanjut, Indonesia pun punya porsi tersendiri untuk dinikmati sebagai Oriental Tourism (wisata Timur Jauh) oleh karena akar budaya Melayu yang kental dengan nilai keislaman.

Iklan

Iklan

Responsive Blogger Template

Find Us On Facebook

Diberdayakan oleh Blogger.

    Blog Archive